Jika Jepang tidak menyerang Pearl Harbor.....

Bookmark and Share
Seandainya Serangan Jepang ke Pearl Harbor 7 Desember 1941 Tidak pernah ada…

SITUASI :

Pada tahun 1941, Kekaisaran Jepang telah menjadi sebuah ‘superpower’ di wilayah Asia. Dengan kekuatan militer yang luar biasa kuat, Japang telah berhasil menaklukan seluruh pesisir timur China serta menguasai Manchuria. Walaupun demikian, Jepang tidak menyatakan secara resmi status perangnya dengan China. Situasi panas Perang Dunia di belahan Eropa yang telah dimulai September 1939, belum memantik pertempuran di belahan Asia Pasifik padahal jelas Jepang telah menyatakan bagian dari AXIS bersama Jerman dan Italia. Amerika Serikat yang belum terlibat dalam perang dengan block AXIS masih tetap menjalin hubungan diplomatik dengan Jepang.

Ambisi Jepang untuk menjadi negara kuat membuat Jepang sangat rakus akan sumber daya alam terutama minyak. Di sisi lain AS telah melihat bahwa Jepang merupakan ‘clear and present danger’ tetapi tidak memiliki alasan yang kuat untuk berperang karena terikat doktrin isolasionis-nya. AS menerapkan embargo minyak untuk menekan Jepang dengan harapan dapat meredam naluri ekspansionisnya itu. Tetapi, Jepang yang sekarang bukan lagi Jepang yang bisa ditekan a la ‘Gun Boat Diplomacy’ komodor Perry tahun 1853. Jepang yang sekarang adalah Jepang yang telah memiliki armada kapal induk yang perkasa, Jepang yang tentaranya telah berpengalaman tempur di China serta dipimpin oleh pemerintahan militer yang ambisius. Bagaimanapun Jepang harus mencari jalan agar dapat memperoleh sumber daya yang sangat dibutuhkannya.

Kenapa Jepang harus menyerang Pearl Harbor ?

Admiral Isoroku Yamamoto selaku pimpinan tertinggi Angakatan Laut Kekaisaran Jepang tahu persis bahwa AS mempunyai kekuatan AL yang sangat kuat dan Pearl Harbor adalah pangkalan utama AL AS di Pasifik. Dia berharap, jika AL AS berhasil dihancurkan terlebih dulu, maka diharapkan militer AS akan lumpuh dan melapangkan jalan Jepang menguasai Asia Tenggara. Yamamoto juga memerlukan Filipina yang notabene saat itu dikuasai oleh AS, sebagai batu loncatan untuk menguasai Hindia Belanda (Indonesia) yang kaya minyak. Jika Jepang tidak menghancurkan Pearl Harbor, maka itu sama saja seperti membiarkan sebuah belati di leher Kekaisaran Jepang.

Apa yang mungkin terjadi jika Jepang tidak menyerang Pearl Harbor…

1. Jepang langsung menyerang Asia tenggara

Jepang tetap akan menyerang wilayah asia tenggara yang dikuasai Inggris, Prancis dan Belanda. Selama penyerangan, Jepang akan membiarkan Filipina tak terganggu sehingga AS tidak memiliki alasan untuk berperang dengan Jepang. AS mungkin saja akan memberikan terlibat dan memberikan bantuan secara klandestin kepada Inggris maupun Belanda dengan mengirimkan sukarelawan-sukarelawan seperti yang dilakukannya dengan membentuk American Volunteer Group (AVG) di China, tetapi secara resmi AS tidak akan berperang hanya demi membela negara lain.

Kemungkinan yang akan terjadi dari tidak terlibatnya AS dalam Perang dunia ke 2 ini :

a. Kekuatan Balatentara Jepang tidak akan menhadapi musuh yang kuat dan kekuatan militernya akan tetap terjaga hingga bertahun-tahun kemudian sehingga dengan mudah akan menguasai Australia, Selandia Baru hingga pulau-pulau mikronesia.

b. Karena tidak terkurasnya sumber daya militer Jepang untuk menghadapi AS seperti pada ‘Real History’, maka Jepang dengan mudah memindahkan kekuatan tempur utamanya ke tempat yang dibutuhkan bahkan bisa mengusir Inggris dari India. Inggris yang pada saat yang sama sedang sibuk menghadapi Jerman di Eropa tentu tidak akan berusaha mati-matian menguras sumber dayanya hanya untuk mempertahankan India, sehingga dengan demikian kekuasaan Jepang akan membentang dari India, burma sampai ke kepulauan Pasifik.

c. Tidak adanya bantuan dari sekutu untuk China yang berasal dari jalur India-Burma ditambah dengan fleksibilitas Jepang dalam memindahkan pasukannya, maka perlawanan militer China akan dapat diberangus dan China jatuh sepenuhnya dalam kekuasaan Jepang.

d. Walaupun Jepang tidak sedang berperang dengan Uni Sovyet, Jerman sebagai sekutu AXIS yang sedang menghadapi Uni Sovyet bisa saja akan meminta bantuan Jepang untuk membuka front di timur dan menikam Uni Sovyet dari belakang. Dengan terjunnya Jepang di kancah perang ini, maka dapat dipastikan kekuatan Sovyet yang sedang susah payah melawan Jerman di front barat, tidak akan mampu menahan kekuatan Jepang di timur dan Uni Sovyet akan takluk digilas oleh Aliansi Jerman-Jepang.

e. Dengan kemenangan Jerman melawan Uni Sovyet, maka kekuatan Jerman dapat dikonsentrasikan ke sisi barat dari benua Eropa dan jika hal ini terjadi, maka kemungkinan untuk memenangkan perang dari pihak sekutu dapat dikatakan hampir mustahil karena Jerman tidak punya sandungan lagi di sebelah timurnya dan Jerman dapat berkonsentrasi untuk menyerang dan menaklukan daratan Inggris mengikuti rencana Operation Sealion yang tertunda pada tahun 1940.

Rangkaian Sejarah yang mungkin terjadi selanjutnya adalah :

a. Amerika Serikat selama tidak di ganggu oleh AXIS, tidak mempunyai alasan untuk ikut terjun ke kancah perang, AS walaupun bersimpati dan membantu secara tidak resmi, hanya bisa melihat Jerman, Jepang dan Italia menaklukan satu demi satu negara yang menghalangi mereka. Seandainya pun AS berniat untuk terjun perang dalam perang yang sudah terlambat, tentu akan berpikir lagi karena AXIS telah berhasil menguasai daratan Eropa dan Asia dan ‘mengepung’ daratan AS yang cuma dipisahkan oleh Samudra Pasifik dan Atlantik. Satu-satunya jalan adalah tetap ‘berteman’ dengan AXIS. Sebaliknya AXIS juga tidak akan mencari jalan untuk berperang dengan AS karena letak geografisnya yang jauh (karena dipisahkan oleh samudra).

b. Dengan ditaklukannya Asia dan Eropa, Afrika secara otomatis akan jatuh ke tangan Jerman dan Italia Demikian pula dengan Timur tengah yang sebelumnya dibawah kekuasaan Inggris. Sehingga Dunia (kecuali Amerika Utara dan Latin) dikuasai oleh 3 Negara, Jepang yang menguasai Asia Timur yang membentang dari Siberia, India, China, Hindia Belanda hingga Australia (kecuali Thailand). Jerman akan menguasai seluruh daratan Eropa dan Inggris (kecuali Spanyol, Swiss, Swedia dan Finlandia), Eks Uni sovyet minus siberia dan Asia Tengah. Italia akan menguasai seluruh Afrika dan Timur tengah.

c. Kendatipun saat itu AS memiliki Armada AL yang kuat dengan dukungan kapal induk, dalam keadaan tidak berperang AS tidak akan menggenjot segala potensi yang ia miliki terutama dalam inovasi dan perkembangan industri militer seperti yang kita kenal sekarang pada ‘Real History’. Dengan kata lain, AS hanya akan menjadi negara yang ‘biasa saja’ dan tidak pernah menjadi negara superpower. Yang perlu dilakukan oleh AXIS adalah mengisolir AS agar tetap tidak punya alasan untuk berperang.

Pada saat berlangsung Perang, Jerman sedang mengembangkan senjata Bom Atom, sebaliknya AS tidak akan memacu diri untuk mengembangkan senjata ini sehingga pada saatnya dimana ketika Jerman berhasil menguasai teknologi Bom Atom, maka dapat dipastikan senjata ini akan dipakai terus jika dipandang perlu tanpa pernah memperhatikan berapa besar korban yang ditimbulkannya. Dengan dikuasainya teknologi Bom Atom oleh Jerman, maka ‘deterence’ yang dimiliki AXIS akan membuat AS semakin tidak berkutik dan bisa dengan mudah ditekan walaupun tidak diajak berperang. Bukan tidak mungkin, Jerman akan mem-pre-emptive strike dengan bom atom ke daratan AS jika JErman melihat bahwa AS kelak akan menjadi ancamannya.

d. Dengan kemenangan pihak AXIS yang notabene merupakan negara-negara fasis dan rasis, maka kehidupan bangsa-bangsa taklukan akan sengsara. Genocide suku bangsa tertentu yang tidak disukai oleh ketiga AXIS ini akan terjadi. Suku bangsa yang selamat dari Genocide akan menjadi bangsa kelas dua dan akan selalu dipandang rendah oleh mereka. HAM ? tidak akan pernah ada. malah mungkin pembantaian etnis yahudi bisa saja diuji coba dengan bom atom.

e. Dalam penaklukannya, Jepang memerlukan sumber daya manusia yang besar sebagai tentara, sehingga Jepang akan merekrut tentara yang berasal dari daerah taklukannya seperti dari Hindia Belanda, China, India. Kemerdekaan mungkin saja diberikan pada bangsa yang telah membantu Jepang dalam penaklukannya tetapi sifatnya hanya sebagai boneka. Hindia Belanda (Indonesia) akan diberikan kemerdekaan, tetapi bukan Indonesia yang kita kenal seperti ‘Real History’ tetapi hanya Jawa dan Sumatra saja, sementara yang lain masih dalam penguasaan langsung oleh Jepang.

f. Konstelasi Geopolitik dunia pasca kemenangan AXIS adalah dunia yang akan berbeda jauh dengan dunia yang kita kenal sekarang, yaitu kekuasaan Rejim militer

{ 7 comments... Views All / Send Comment! }

Anonymous said...

seandainya jepang tidak menjajah indonesia

Anonymous said...

thanks y untuk kisahnya?^O^

obat impotensi said...

makasih udah berbagi, jujur informasinya sangat menarik untuk dibahas

Anonymous said...

sangat ngarang sekali......pemilik blog nya pandai mengarang sesuatu hal hal tidak pernah terjadi..

sevix sutiarsa said...

Jika memang itu terjadi, mungkin di indonesia ada penduduk jepangnya, bikin greget... (y)

Obat Herbal Tipes said...

Wah kalo Jepang yang menang.
Pasti sampai sekarang masih perang antara Jepang dan Sekutu.

Obat Herbal Anemia said...

Kalo Jepang yang menang , Asia Tenggara pasti dijadikan negara bonekanya Jepang.

Untung saja tidak.