Bisa sekolah atau kuliah di Jepang tentunya menjadi impian banyak orang. Apalagi kalau kuliahnya nggak bayar alias gratis. Termasuk saya, dapat merasakan perkuliahan di Jepang adalah salah satu impian saya sejak dulu. Tapi ya namanya juga sekolah gratisan, pastinya cukup sulit juga untuk mendapatkannya.

Entah mungkin karena memang banyak peminatnya, atau karena memang syaratnya terlalu sulit dipenuhi, yang jelas... yang saya rasakan untuk mendapatkan beasiswa itu memang tidak mudah. Butuh perjuangan yang super. Perjuangan untuk mendapatkan beasiswa itu sudah saya mulai sejak baru lulus SMA. Semenjak itu, saya sudah pernah mencoba ikut tes EJU (Examination of Japanese University). Tes EJU adalah tes seleksi masuk universitas Jepang yang dikhususkan untuk calon mahasiswa asing (yang bukan berasal dari Jepang). Ujian EJU biasanya diadakan setahun sekali tiap bulan Juni/Juli. Ketika mengikuti seleksi EJU, dua kali berturut-turut saya gagal. Tetapi pada akhirnya saya malah mendapat beasiswa justru dari Monbukagakusho. Ini sih namanya minta Toyota tapi malah dikasih BMW, hehehe... Ohya, sedangkan untuk penjelasan selengkapnya mengenai tes EJU silahkan klik di situ

Umumnya kesempatan untuk mendapatkan beasiswa sangat besar bagi orang yang memiliki nilai akademis tinggi. Tetapi berdasarkan cerita beberapa teman, juga pengalaman yang saya alami, ternyata hal ini juga tidak selalu menjamin. Bisa dikatakan gampang-gampang susah untuk mendapatkannya.

Berikut ini saya akan coba memberikan tips untuk mendapatkan beasiswa terlepas dari masalah nilai akademis. Sengaja saya tidak memberikan tips khusus dalam mendapatkan nilai akademis yang tinggi. Karena saya rasa hal itu memang suatu kekhususan yang belum tentu setiap orang dapat menerapkan tips yang sama. Bukankah cara belajar tiap orang itu berbeda-beda? Ada yang tipe pendengar, dia bisa mengerti dengan mudah cukup hanya dengan mendengar. Ada tipe visual, dimana dia akan mudah mengerti jika belajar dengan melihat suatu gambaran visual. Ada juga yang harus benar-benar mempraktekkan apa yang dipelajari untuk dapat mengerti. Nah... kalau soal tipe belajar, tentu kamu sendiri yang tahu apa tipe belajar yang cocok untuk kamu. Tinggal kembangkan saja sesuai dengan minat dan bakat kamu. Jika disertai usaha dan doa yang kuat, Insya Allah akan berhasil.

Sebenarnya tiap lembaga pendonor dana beasiswa menerapkan cara-cara dan tahapan seleksi yang berbeda-beda. Namun walaupun demikian, umumnya tahapan yang diterapkan memiliki cukup banyak kesamaan. Oleh karena itu, saya akan coba memberikan tips tentang beberapa tahapan seleksi yang pada umumnya sama diterapkan di banyak lembaga pendonor dana beasiswa. Tahapan seleksi yang pada umumnya sama dilakukan oleh berbagai lembaga donor adalah tes tulis, tes wawancara, dan penulisan essay rencana riset (biasanya khusus untuk program S2 dan S3).

1. Tes Tulis

Jenis ujian tes tulis umumnya diterapkan hampir di semua proses seleksi beasiswa. Jenis soal yang diberikan tentunya disesuaikan dengan tingkatan beasiswa yang akan diberikan, juga jurusan yang akan kita ambil di Jepang. Jenis mata pelajaran yang diujikan juga tergantung dari program yang kita ambil. Tetapi umumnya jenis mata pelajaran yang diujikan akan dibagi berdasarkan dua kelompok, yaitu kelompok IPA dan kelompok IPS. Bagi kelompok IPA, biasanya yang akan diujikan adalah matematika, fisika, kimia, dan biologi. Sedangkan untuk program IPS, biasanya yang diujikan adalah sejarah Jepang dan dunia, mata pelajaran IPS, dan matematika. Kamu bisa mempelajari berbagai tipe soal yang diujikan dalam tes tulis ini dari soal-soal yang sudah diujikan di tahun sebelumnya. Untuk mendapatkan soal-soal ujian yang sudah pernah diujikan, kamu bisa mengakses situs Study Japan atau Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Di sana kamu bisa mendownload berbagai tipe soal yang umumnya diujikan untuk seleksi beasiswa Jepang. Kamu bisa belajar dan latihan mengerjakan soal dari sana. Walaupun tiap tahun tentu soalnya akan berbeda, tetapi umumnya tipe soalnya tidak akan jauh berbeda dari tahun ke tahun. Sama halnya ketika kamu belajar untuk seleksi penerimaan mahasiswa baru untuk masukperguruan tinggi negeri di Indonesia. Cobalah pelajari setiap soal dengan baik. Kemudian coba kerjakan setiap soal. Jika kesulitan, jangan sungkan untuk menanyakannya ke guru atau orang lain yang bisa dimintai bantuan.

2. Tes Wawancara

Umumnya yang dilihat dari wawancara bukan hanya kemampuan akademis saja, tetapi juga dilihat kegigihan, kemauan, serta niat baik dari calon penerima beasiswa. Oleh karena itu, tunjukkan niat kamu bahwa di samping ilmu yang kamu dapatkan, kamu juga ingin menjadi penghubung dalam peningkatan kerjasama antara Indonesia dan negara Jepang. Biasanya pewawancara menghendaki ada kontribusi kamu dalam membina hubungan, baik itu secara langsung maupun tidak langsung di bidang pertukaran budaya. Tunjukkanlah sikap yang santun ketika sedang diwawancara. Jangan berikan jawaban yang berbelit-belit dan cukup jawab apa yang ditanyakan saja, tidak perlu melebar ke mana-mana, kecuali jika memang diminta untuk menjelaskan. Bersikaplah se-rileks mungkin dan jangan menunjukkan sikap tegang atau gugup. Tapi biasanya si pewawancara akan mencairkan suasana dengan sedikit bergurau ketika suasana terkesan tegang. Jadi tidak perlu takut! Selain itu, jangan terlalu khawatir dengan masalah bahasa. Sebab biasanya bahasa yang digunakan dalam wawancara belum tentu menggunakan bahasa Jepang. Bahkan ketika saya melaksanakan seleksi wawancara, saya diwawancarai menggunakan bahasa Indonesia. Beberapa lembaga pendonor juga terkadang ada yang menyaratkan wawancara dalam bahasa Inggris. Tetapi bahasa Jepang belum banyak digunakan, bahkan hampir tidak sama sekali. Terkecuali kalau kamu memang berasal dari jurusan Bahasa Jepang, dan bermaksud untuk melamar beasiswa program studi Bahasa Jepang.

3. Menyusun Rencana Studi

Dalam menyusun rencana studi, sebaiknya kamu memberikan alasan yang kuat mengapa kamu memilih bidang studi tersebut. Untuk memperkuat, dapat didukung dengan menjelaskan latar belakang pendidikan kamu. Sekaligus pentingnya studi tersebut bagi kemajuan di Indonesia dan dapat memberikan kontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung dalam perkembangan ekonomi, sosial, dan ilmu pengetahuan. Dalam memilih program studi, usahakan itu benar-benar merupakan minat kamu sendiri, bukan karena pengaruh orang lain. Sebab nantinya itu akan sangat berpengaruh pada saat kamu mencoba menjelaskan tentang rencana studi tersebut. Para penyeleksi beasiswa biasanya cukup ahli dalam menafsirkan bahasa pelamar beasiswa dalam essay yang mereka tuliskan. Dari sana mereka akan tahu, apakah kita benar-benar minat dengan bidang yang kita pilih atau hanya sekedar ingin tahu saja. Lebih jauh lagi, kalau memang kamu lulus dan mendapatkan beasiswa tersebut, kamu akan disalurkan ke jurusan/program studi yang sesuai dengan pilihan kamu. Jadi kalau dari awal saja tidak mantap dengan pilihan kita, dikhawatirkan nantinya akan berpengaruh pada saat menjalani kegiatan perkuliahan yang sebenarnya.

Kalau memang kamu sulit untuk mendapatkan beasiswa Jepang yang disediakan dari Indonesia, jangan kuatir! Sebab beasiswa yang disediakan bagi mahasiswa asing yang ada di Jepang ternyata lebih banyak jumlahnya. Selain itu peluangnya pun bisa lebih besar jika dibandingkan dengan mendapatkan beasiswa di Indonesia. Hanya saja, tentu harus disertai dengan persiapan dan pertimbangan yang matang. Cukup banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika kita memilih alternatif mencari beasiswa langsung di Jepang. Mulai dari risiko tidak lulus, biaya hidup yang harus ditanggung sendiri selama mencari beasiswa, dan risiko-risiko lainnya yang juga harus dipertimbangkan. Tapi walaupun demikian, jangan mudah menyerah ya! Insya Allah yang namanya hasil itu akan selalu berbanding lurus dengan usaha yang dilakukan. Jika usahanya maksimal, pasti hasilnya juga maksimal. Selamat Berjuang!

BACA SELENGKAPNYA

Liputan6.com, Banyumas: Bila mendengar nama sinden atau waranggana wayang kulit, tentu sebagian orang akan membayangkan sosok wanita Jawa yang fasih menembang dalam bahasa Jawa. Namun warga Jepang bernama Hiromi Kano mahir nyinden. Selama 13 tahun, ia malang melintang dari panggung ke panggung pertunjukan wayang.

Saat ditemui SCTV, Kamis (28/1), Hiromi Kano sedang mempersiapkan diri untuk manggung. Merias wajah serta menyanggul rambut rambut sendiri, sudah menjadi rutinitasnya setiap kali ia akan manggung. Sepintas orang tidak menyangka ia asli orang Jepang. Pasalnya Hiromi Kano pun lancar berbahasa Jawa.

Usai merias diri, Hiromi pun naik ke atas panggung bergabung dengan sinden lainnya. Saat Hiromi Kano menyinden, hampir tidak bisa dibedakan dengan sinden asli Jawa. Hiromi sangat serius dalam meniti karir sebagai pesinden. Sejumlah dalang ternama di telah dia ikuti saat menggelar pertujukan wayang.

Hiromi mengaku tertarik dengan dunia sinden dan wayang kulit karena tidak jauh berbeda dengan kesenian di negaranya. Selain itu menghibur banyak orang menjadi cita-citanya. Awal mula ketertarikan Hiromi pada seni pewayangan dimulai saat kuliah di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Solo pada 1996.(JUM)

BACA SELENGKAPNYA

Oleh: Dr Jumiarti Agus

JAKARTA, KOMPAS.com — Setiap orang punya kiat berbeda, namun tetap saja kiat umum yang dilakukan lebih kurang sama. Alhasil, begitu Anda memutuskan memilih Jepang sebagai tempat studi dan berjuang mendapatkan gelar profesor, tahapan pertama yang harus dilalui adalah mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi.

Sama halnya ketika ingin mencari pekerjaan, tentu Anda pun harus tahu tentang perusahaan yang akan dilamar. Begitu juga ketika memutuskan untuk studi ke Jepang, mulailah mengumpulkan dan menggali informasi lebih luas dan dalam. Bisa saja informasi oral dari seseorang yang pernah sekolah di Jepang, melalui buku, internet, surat kabar, dan sebagainya. Informasi tersebut, misalnya, mulai tentang dinamika sekolah di Jepang, suka dan duka sekolah di negeri orang, biaya, dan lain-lainnya.

Budaya dan perilaku orang Jepang

Sangat penting mengetahui budaya, perilaku, dan karakter orang Jepang. Hal tersebut sangat erat hubungannya dengan adaptasi Anda kelak, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal. Dengan demikian, akhirnya Anda tidak terkaget-kaget ketika hidup di Jepang. Banyak yang tidak bisa survive studi dan hidup di Jepang hanya lantaran tidak berhasil beradaptasi.

Sistem pendidikan

Sebaiknya Anda juga harus mengetahui informasi khusus terkait pilihan studi, baik untuk jenjang D-3, S-1, S-2, maupun S-3. Pelajari juga sistem pendidikannya karena masing-masing tingkatan sangat berbeda, misalnya di Tanah Air, S-1, S-2, dan S-3 merasakan kuliah di dalam kelas.

Di Jepang, mahasiswa S-3 tidak perlu mengambil kelas. Untuk lulus S-3, Anda harus mampu membuat publikasi di jurnal internasional, sesuai dengan persyaratan di departemen Anda dan masih banyak lagi hal lain.

Informasi tentang beasiswa

Anda juga harus mencari informasi-informasi tentang beasiswa yang tersedia. Bisa didapatkan di kedutaan besar, melalui koran, internet, melalui situs perguruan tinggi di Jepang, atau mendatangi presentasi beasiswa yang sering dilakukan di Tanah Air. Silakan mempelajari semua informasi dan persyaratan untuk melamar beasiswa tersebut, yang salah satunya bisa dilihat di Kompas.com ini edukasi.kompas.com/beasiswa.

Informasi tentang iklim

Terbentang membentuk busur pada arah barat laut Samudra Pasifik di tepi timur Benua Eurasia, negara Jepang terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil, dengan luas sekitar 378.000 km² membentang dari selatan ke utara sepanjang 2.500 km dan terletak pada sekitar 20°-46° LU. Pulau-pulau utamanya adalah Hokkaido, Honshu, Shikoku, Kyushu, dan Okinawa.

Honshu terbagi dalam 5 daerah, yaitu Tohoku, Kanto, Chubu, Kinki, dan Chugoku. Sekitar tiga perempat dari daratan Japang terdiri atas daerah pegunungan dan perbukitan, sedangkan tanah datar yang tersedia untuk lahan dan pengembangan kota sangat terbatas. Di daerah yang terbatas inilah tinggal lebih kurang 130 juta penduduk.

Iklim Jepang berubah dengan pergantian 4 musim yang jelas karena Jepang terletak hampir di pusat daerah beriklim sedang. Musim semi dan musim gugur sangat nyaman. Pada musim panas (Juli-Agustus) angin bertiup dari Samudra Pasifik sehingga menjadikan Jepang sangat panas. Sebaliknya, pada musim dingin (Desember-Februari) angin bertiup dari daratan dan menjadikan Jepang sangat dingin.

Di Kepulauan Hokkaido, pada bulan Juni berlangsung tsuyu (musim hujan) dan hampir setiap hari turun hujan. Di samping itu, karena kepulauan Jepang memiliki struktur daratan yang rumit dan memanjang dari selatan ke utara, adanya perbedaan iklim yang mencolok antardaerah merupakan kekhasan tersendiri.

Di Hokkaido dan Honshu sekitar Laut Jepang, pada musim dingin curah saljunya tinggi. Dengan memanfaatkan perubahan musim seperti ini, berbagai macam olahraga pantai dan olahraga musim dingin bisa dinikmati dengan menyenangkan.

Musim dingin sangat dingin dan musim panas pun sangat panas. Untuk hal ini dibutuhkan kondisi fisik yang kuat. Oleh karena itu, kondisi fisik yang sehat adalah suatu persyaratan mutlak yang harus Anda penuhi.

Dus, jangan Anda membohongi kondisi kesehatan Anda! Khususnya pada saat Anda melakukan pengisian formulir beasiswa. Dalam beberapa kasus, mahasiswa mengundurkan diri karena alasan kesehatan. Untuk itu, semakin dalam Anda mengetahui informasi yang sudah semestinya Anda ketahui, semakin besar pula semangat juang dan kesempatan mendapatkan beasiswa dan studi di Jepang.

Penulis adalah alumnus Tokyo Institute of Technology dan Peneliti di Aku Cinta Indonesia Kita (ACIKITA) di Tokyo, Jepang

Setelah menghimpun informasi mengenai budaya dan perilaku orang Jepang, sistem pendidikannya, serta informasi tentang beasiswa di sana, kini Anda harus membuat keputusan. Tanyakan secara serius pada diri Anda, apakah Anda benar-benar siap dan tertarik studi di Jepang?

Bila ada hal yang tidak bisa Anda penuhi, sementara hal itu merupakan syarat mutlak, mungkin lebih baik Anda mencari beasiswa di negara lain. Namun, jika Anda sangat teguh dan mantap, lanjutkan perjuangan Anda. Ini tahapannya:

Studi D-3 dan S-1

Anda harus tahu jenis beasiswa yang tersedia. Untuk S-1 ada beasiswa dari Monbukagakusho, Mitsui, serta dari Departemen Transmigrasi. Namun untuk D-3, sejauh ini hanya ada beasiswa dari Monbukagakusho.

Semua beasiswa tersebut bisa dilamar di negara asal. Silahkan pelajari di situs-situs terkait pemberi beasiswa di atas. Seleksi biasanya mulai dari seleksi administrasi, tes kemampuan akademik dan terakhir wawancara. Detilnya? Nanti akan dibahas dalam kiat-kiat mendapatkan beasiswa S-1.

Studi S-2 dan S-3

Khusus untuk melamar beasiswa program S-2 dan S-3, Anda harus mengikuti beberapa tahapan berikut. Umumnya, antara satu beasiswa dan beasiswa lain baik yang berasal baik dari Pemerintah Jepang maupun perusahaan Jepang untuk studi S-2 dan S-3, memiliki persyaratan yang hampir sama. Langkah-langkahnya antara lain:

- Pelajari dulu beasiswa yang akan Anda lamar.

Pahami semua persyaratan dan prosedur aplikasinya. Catat tanggal-tanggal penting dan tidak boleh dilupakan. Hal ini agar Anda tidak terlambat dalam proses seleksi beasiswa tersebut. Beberapa beasiswa untuk S-2 dan S-3 misalnya adalah Monbukagakusho, Panasonic, Hitachi, dan lain-lainnya.

- Tentukan minat Anda (Mencari Profesor)

Berbeda dengan sistem pendidikan di Indonesia, melamar masuk S-2 dan S-3 tidak melalui pintu universitas, melainkan lewat seorang profesor pembimbing. Ya, profesor adalah gerbang untuk Anda memasuki sebuah universitas. Artinya, jika sudah diterima oleh professor, kurang lebih Anda akan diterima di universitas, karena professor akan berjuang untuk Anda agar bisa masuk universitas.

Di Jepang, bidang-bidang kajian/penelitian dilakukan secara spesifik. Sangat jarang orang menyebut laboratoriumnya seperti di negara kita, misalnya laboratorium kimia organik, kimia analitik, atau biokimia, dan sebagainya. Hal itu disebabkan karena sudah sangat berkembanganya riset dan penelitian di tingkat perguruan tinggi di Jepang.

Sebutlah, misalnya, bidang biokimia yang akan berkembang menjadi departemen bioscience, bioengineering, atau bioprotein, dan lain-lainnya. Departemen-departemen ini masing-masing terdiri dari banyak laboratorium dengan beragam penelitian yang spesifik dan mendalam. Hal itu menyebabkan riset di perguruan tinggi di Jepang terpakai di banyak industri di negaranya sendiri.

Namun, untuk menentukan minat Anda dalam rangka mendapatkan seorang profesor, pelajarilah lebih dulu homepage salah satu universitas di Jepang. Bila masih blank, Anda bisa memulainya dari universitas terkenal seperti Tokyo University, Tokyo Institute of Technology, Kyoto University, dan masih banyak lainnya.

Dari situs universitas-universitas itu, Anda kemudian masuk ke situs departemen yang ada. Akhirnya, di situlah Anda bisa membuka homepage masing-masing milik para profesor, baik yang masih berdekatan dengan minat atau penelitian Anda di Indonesia atau justeru bidang yang ingin Anda pelajari.

Anda juga dapat langsung membuka situs researcher. Di sana Anda akan menemukan beragam informasi tentang bidang yang Anda cari dan sekaligus professor yang sesuai dengan bidang Anda.

Bila semua langkah di atas sudah Anda penuhi dan Anda merasa menemukan bidang yang cocok, Anda sebaiknya mencatat dan memelihara alamat itu dengan baik. Bagi Anda yang telah mempunyai profesor, apakah melalui rekomendasi pembimbing di Indonesia atau kolega di Jepang, tentu tahapannya akan lebih gampang.

Seperti diketahui, "posisi" seorang profesor di Jepang sangat penting sebagai pintu masuk ke universitas. Beruntungnya, banyak cara untuk mengejarnya, baik itu melalui rekomendasi kolega dekat atau dosen pembimbing di Indonesia yang mempunyai hubungan kerjasama dengan profesor terkait di Jepang.

Cara lainnya bisa juga ditempuh dengan mengunjungi situs-situs seperti Directory Database of Research and Development Activities atau Humanities Web Sites. Atau, bisa juga mencarinya melalui jurnal atau publikasi ilmiah, momen-momen ilmiah seperti seminar dan kongres, serta dari brosur-brosur yang sering ditempelkan di universitas untuk suatu keperluan tertentu.

Searching di internet, semisal lewat Google, juga bisa dilakukan dengan menggunakan kata-kata kunci tertentu sesuai spesifikasi atau minat keilmuan Anda. Beberapa milis beasiswa atau milis-milis Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) juga bisa Anda manfaatkan sebagai media pencarian informasi, apalagi milis adalah media komunikasi yang bisa digunakan langsung untuk bertukar informasi.

Mengeksplorasi homepage Profesor

Selanjutnya, eksplorasi penelitian dan publikasi profesor yang Anda minati itu. Khususkan dan fokuskan waktu Anda untuk mempelajari homepage profesor tersebut, sehingga akhirnya Anda mantap untuk mendalami dan mempelajari suatu bagian kecil dalam lingkup penelitiannya.

Biasanya, ada list jurnal yang telah dipublikasi dalam homepage profesor tersebut. Untuk itu, silahkan download dan pelajari. Dengan begitu, kelak Anda memunyai banyak bahan dalam berkomunikasi dengan sang profesor.

Selain itu, akan bagus sekali jika Anda pun mempersiapkan proposal dan memasukkan juga publikasi profesor tersebut ke dalam daftar referensi yang Anda rujuk.

Lakukan Komunikasi dan Pendekatan dengan Profesor

Biasanya, setiap profesor mencantumkan alamat email di situsnya. Maka, setelah banyak informasi Anda dapatkan dari homepage miliknya, mulailah untuk melayangkan surat kepadanya.

Anda bisa memulainya dengan perkenalan singkat tentang diri Anda, latar belakang pendidikan, serta bidang penelitian yang Anda geluti saat ini. Silahkan Anda mengungkapkan semuanya dalam kalimat yang cerdas, singkat, dan jelas.

Kebanyakan profesor sangat sibuk sekali, dan malas untuk membaca email yang terlalu panjang, apalagi pada tahapan perkenalan. Untuk itu, alangkah bagusnya bila bidang yang akan Anda pelajari tersebut beririsan dengan bidang penelitian profesor yang Anda tuju, sehingga komunikasi dapat mengarah pada ketertarikan Anda untuk belajar dengannya lebih lanjut.

Setelah komunikasi berjalan dan merasa sang profesor meresponnya dengan baik, ungkapkan ketertarikan dan keinginan kuat Anda untuk melanjutkan sekolah, ketertarikan untuk menjadi muridnya, dan sertakan alasan pasti memilih profesor tersebut sebagai pembimbing Anda.

Selanjutnya, Anda bisa mengirimkan hasil penelitian yang pernah Anda lakukan dengan dilengkapi proposal rencana penelitian yang akan Anda lakukan.

Meminta surat Latter of Acceptance

Umumnya, untuk melamar beasiswa ke Jepang dibutuhkan surat kesediaan professor sebagai pembimbing Anda. Untuk mendapatkan surat tersebut, akan lebih baik bila disertakan surat rekomendasi dari pembimbing di kampus atau atasan.

Mengingat profesor di Jepang sendiri tidak mengenal calon mahasiswanya, tampaknya cukup sulit untuk memberikan keputusan hanya berdasarkan dokumen saja. Selain itu, jarang sekali surat penerimaan sementara dari profesor diperoleh hanya melalui korespondensi singkat. Ya, perlu berkorespondensi berulang kali dan harus menunjukkan kesungguhan pada niat belajar Anda.
BACA SELENGKAPNYA
Mina Hayashi [23], mahasiswa tingkat empat studi filsafat Universitas Sophia berhasil meraih posisi teratas dalam ajang Miss Japan Contest ke-42 yang diselenggarakan di Shinjuku senin 25 Januari kemarin.

Gadis cantik kelahiran Perfektur Kagawa yang memiliki tinggi badan 167 cm dengan tubuh langsing berukuran 79-56-85 ini, tak mampu menahan harunya karena berhasil mengungguli 3662 pesaing lainnya. Hayashi berkata bahwa dia berharap untuk menjadi aktris sejak melihat penampilan Audrey Hepburn dalam film Roman Holiday, dan bercita-cita menjadi aktris seperti Sayuri Yoshinaga [64]. Hayashi, yang telah bermain piano dan belajar menyanyi sejak usia 5 tahun juga menambahkan bahwa dirinya menyukai pria yang tulus, dan ayahnya adalah salah satu contohnya. Selama tahun 2010 ini dia akan menjalankan kewajibannya sebagai miss Jepang dengan menghadiri berbagai event regional dan juga aktivitas kemanusiaan dan berkontribusi pada masyarakat.

Runner-up dalam kontes ini adalah Sayo Kojima [15] dan Kyoko Honda [21]. Ada pula Hanako Suzuki [18] yang berhasil menyabet The Sponichi Special Prize yaitu terpilih berdasarkan voting pada masyarakat umum sekaligus menjadi Miss Nature, Aimi Azuma [23] yang dinobatkan sebagai Miss Kimono, Ami Suzuki [21] sebagai Miss Marine Day dan Mana Hayashi [22] sebagai Miss Sky Day. [Cynthia/Megindo.net]

Source: www.japantoday.com, www.tokyograph.com
BACA SELENGKAPNYA

Diva J-Pop Namie Amuro dinobatkan sebagai artis terbaik se-Asia karena album terbarunya yang berjudul PAST

Seperti yang dikutip Megindo.net dari Oricon.co.jp, album terbaru Namie tersebut tidak saja bercokol di peringkat puncak Oricon Charts Jepang, tapi juga di tangga lagu HMV Hong Kong J/K-Pop Weekly Charts periode 12 Desember 2009 - 26 Januari 2010 serta HIT FM Weekly Charts di radio Taiwan, juga di negara Korea dan Singapura yang penduduknya terkenal menggemari lagu-lagu J-Pop.

Kepopuleran Namie sendiri sudah terlihat ketika ia menggelar konser di negara Asia seperti konser ASIA MUSIC FESTIVAL IN Shanghai pada tahun 2002, So Crazy in Taipei dan AMURO NAMIE So Crazy Your in Seoul 2004, serta konser namie amuro BEST FICTION TOUR 2008-2009 di Taiwan dan Shanghai tahun lalu. [Lily / Megindo.net]

BACA SELENGKAPNYA


Sebuah survei yang dilakukan oleh perusahaan kereta api Jepang, Association of Japanese Private Railways mengenai perilaku penumpang kereta api. Hasil survei menyimpulkan bahwa suara adalah masalah besar, dan suara keras percakapan serta musik dari headphone menempati posisi utama dan suara nada dering telepon genggam berada pada posisi keempat.

Selain itu, banyak orang asing yang naik kereta bawah tanah dan kereta cepat di Jepang mengeluh mengenai aksi main dorong dan desak yang dilakukan rombongan orang yang akan naik kereta dan keengganan untuk memberi kursi kepada orang yang lebih tua dan perempuan hamil.

Survei yang melibatkan 4.200 responden tersebut tersebut membuat daftar perilaku buruk yang sering dikeluhkan oleh penumpang kereta api. Ada 10 perilaku buruk yang sangat mengganggu penumpang lain sebagai berikut :

1. Suara berisik percakapan, yang menyebar ke mana-mana;
2. Suara musik dari headphone;
3. Cara penumpang duduk;
4. Nada dering telefon genggam dan berbicara di telefon;
5. Mendorong, mendesak ketika naik dan turun dari kereta;
6. Memakai make-up;
7. Buang sampah;
8. Duduk di lantai kereta;
9. Naik kereta dalam keadaan mabuk;
10. Naik kereta yang padat penumpang sambil mendorong kereta bayi.

Jika Anda berada di Jepang dan akan naik kereta api, jangan lakukan 10 perilaku tersebut di atas. Sepertinya daftarnya akan bertambah panjang jika survei tersebut dilakukan di Indonesia. PT. KAI harus lebih memperhatikan kenyamanan penumpang kereta api.
BACA SELENGKAPNYA
Kali ini mari kita simak bersama nama-nama jari di bahasa Jepang beserta artinya. Namun, kita tidak hanya akan mempelajari bahasa umumnya, tapi juga bahasa bayinya. Di bahasa Indonesia kita tentunya tahu bahasa seperti "mamam" (makan) yang biasa dipakai orang tua untuk berbicara dengan anak yang masih sangat kecil. Seperti itulah gambaran penggunaan bahasa bayi.

Dengan mengetahui arti masing-masing jari, kita bisa selangkah lebih dekat memahami cara berpikir dan filosofi orang Jepang. Sebelum memulai dengan nama lima jari yang ada, pertama perlu diketahui bahwa bahasa Jepang jari adalah yubi (指). Ingat baik-baik, karena itu akan dipakai di nama semua jari.

Jempol
Bahasa Jepang jempol adalah oya-yubi (親指). Artinya adalah jari orang tua. Karena oya juga bisa berarti "bos" seperti pada kata oyabun (親分, bos), saya pribadi suka mengingatnya sebagai bosnya para jari.
Bahasa bayinya adalah otousan-yubi (お父さん指) yang artinya jari bapak. Saya bocorkan saja sebelumnya, bahwa di bahasa bayinya kelima jari tersebut adalah satu keluarga .

Telunjuk
Bahasa Jepang telunjuk adalah hitosashi-yubi (人差し指) yang artinya jari penunjuk orang. hito berarti orang dan sashi berasal dari yubisasu (指差す) yang berarti menunjuk. Artinya kurang lebih sama dengan bahasa Indonesianya (telunjuk tentunya berasal dari tunjuk). Sepertinya menunjuk orang dengan jari kedua ini merupakan hal yang universal di budaya manapun.
Bahasa bayinya adalah okaasan-yubi (お母さん指) yang artinya jari ibu. Setelah bapak lalu sekarang ibu muncul. Lucu kan?

Jari tengah
Berikutnya adalah naka-yubi (中指) yang artinya... Jari tengah!!! Tidak ada yang menarik di sini karena sama persis dengan bahasa Indonesianya. Alasan dia disebut jari tengah pun seharusnya sudah jelas.
Bahasa bayinya adalah oniisan-yubi (お兄さん指) yang artinya jari kakak laki-laki. Ya, ceritanya dia anak pertama dari keluarga jari kita.

Jari manis
Jari yang karena pengaruh barat mengingatkan kita akan cincin kimpoi ini disebut kusuri-yubi (薬指) di bahasa Jepang. Ini berarti jari obat, dan itulah alasannya kenapa kamu bisa menemui anak-anak polos yang mengisap-isap jari manisnya di cerita-cerita agar sembuh dari penyakit. Dia disebut jari obat karena dahulu kala orang menggunakan jari ini untuk melarutkan obat-obatan ke air.
Bahasa bayinya adalah oneesan-yubi (お姉さん指) atau jari kakak perempuan.

Kelingking
Di bahasa Jepang nama jari ini sangat sederhana yaitu ko-yubi (小指) yang artinya jari kecil.
Bahasa bayinya adalah akachan-yubi (赤ちゃん指) yang artinya jari bayi.

Penutup
Hal yang paling menarik di sini tentunya adalah bahasa bayi untuk jari-jari tersebut. Kita punya ayah, ibu, kakak laki-laki (mas), kakak perempuan (mbak), dan adik bayi.

Saya akan menutup tulisan ini dengan pertanyaan lucu anak polos kepada ibunya:
Anak: "Terus, kok jari kakak laki-laki (tengah) lebih tinggi dari jari ibu (telunjuk)? Padahal kan kakak lebih pendek dari mama."
Ibu: "Kakak juga nanti kalau udah gede jadi lebih tinggi dari mama lo. Papa sekarang lebih gede dari nenek kan? Om Ken-chan juga lebih tinggi dari nenek kan?"
Sang anak langsung setuju.
Anak: "Terus kalo gitu kenapa jari bapak (jempol) lebih pendek dari jari ibu (telunjuk)? Bapak yang lebih pendek dari ibunya sih ada, tapi kan kebanyakan bapak lebih gede dari ibunya."
Ibu: "Bener juga ya. Tapi walaupun pendek kan jari bapak lebih gemuk lo. Gemuk kan artinya besar."
BACA SELENGKAPNYA

Memasuki Tahun Sapi (Year of Ox) di awal tahun 2009 ini, para ilmuwan Jepang mengumumkan kesuksesannya mengkloning sapi legendaris khas Jepang. Keberhasilan tersebut tidak sekadar prestasi baru penelitian bioteknologi di Jepang, tetapi membuka kesempatan untuk menyediakan stok pangan berkualitas yang terjamin di masa depan.

Jenis sapi yang berhasil dikloning adalah Hida-gyu yang merupakan sapi khas Prefektur Gifu, bagian tengah Jepang. Para peneliti dari Universitas Kinki dan lembaga riset peternakan Gifu berhasil menghasilkan empat ekor sapi kloning antara November 2007 dan Juli 2008. Namun, hanya dua ekor yang bertahan hidup sampai sekarang.

Keempat sapi kloning tersebut dikembangbiakkan dari sel testikel seekor sapi legendaris yang diberi nama Yasufuku yang merupakan cikal bakal sapi Hida-gyu. Testikel tersebut telah dibekukan selama 13 tahun sejak kematiannya.

Keberhasilan kloning sapi Hidqa-gyu ini menjanjikan dunia peternakan Jepang karena jenis sapi tersebut dikenal berkualitas tinggi dan berharga mahal. Pemerintah Jepang telah membentuk panel untuk menilai kelayakan daging kloning untuk konsumsi dan kelihatannya segera mengizinkannya seperti yang dilakukan Pemerintah AS dan negara-negara Eropa.

Namun, para peneliti mengatakan, tujuan utama riset saat ini adalah mempelajari jenis gen dan struktur protein yang membuat daging sapi Hida-gyu lebih lezat. Perlakukan terhadap sapi Hida-gyu memang terkenal unik karena sering kali peternak memberikan makanan sampanye dan secara rutin memijatnya.

Selain meneliti kualitas daging sapi, para ilmuwan Jepang juga menjadikannya batu loncatan sebelum menggapai ambisinya mengkloning hewan-hewan yang telah punah. Antara lain mammoth, sejenis gajah yang hidup di zaman es.

"Mimpi kami menciptakan mammoth, itulah mimpi besarnya," ujar Kazuhiro Saeki, profesor di Universitas Kinki seperti dilansir AFP. Saat ini para peneliti telah menemukan sumber sel mammoth dari Siberia. Namun, mereka belum berhasil menemukan cara mengekstrak dan menanam inti sel mammoth ke dalam sel telur gajah yang merupakan hewan paling dekat kekerabatannya sebelum menaruhnya ke dalam rahim gajah betina.
BACA SELENGKAPNYA